Christkindl-Markt 2019

Mohon maaf untuk para pembaca karena saya sudah lama tidak muncul (sebenarnya lupa password dan baru ingat). Berhubung banyak acara menarik sepanjang tahun, kali ini saya ingin membahas yang diadakan oleh Die Brücke Stiftung (Yayasan Jembatan) di Indonesia. Acara ini semacam charity bazzar yang menjual snack dan makanan khas Jerman juga kerajinan Indonesia.

Bertempat di DoubleTree Cikini, Jakarta Pusat dengan tiket masuk Rp 50.000,- untuk didonasikan. Dimulai dari jam 14.00 sampai 19.00. Kita bisa menikmati makanan, kue-kue, snack khas Jerman dengan harga (lumayan) murah dan pastinya tidak/jarang dijual di luaran bahkan oleh jasa titip snack impor sekalipun.

Ada yang bawaannya suka segambreng padahal sudah tahu ada bazzar? Tenang saja, DB Schenker Indonesia deposit solusinya. Kita bisa menitipkannya di sini, kalau beruntung malah bisa juga mendapatkan tote bag dari DB Schenker Indonesia.

Christkindl-Markt 2018 – Donau-schnitte

Berhubung tahun lalu saya juga menghadiri bazzar ini, incaran saya adalah Kardinalschnitte, Donauwelle, Fantakuchen tapi tahun ini tidak ada [menangis guling-guling]. Tahun lalu masalahnya saya tidak berani banyak makan kue karena habis acara SIAL Interfood dan makan babi terlalu banyak. Mau bawa pulang saya juga ragu soalnya beli banyak takut terbuang.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Banyak sekali tipikal kue-kue Jerman dan Austria yang dijual (seperti slideshow di atas), murni buatan sendiri. Saya cenderung anti manis sebetulnya terutama kue-kue mass production (lebih ke selera). Kue-kue ini kelihatan kue-kue rumahan, lebih menarik bagi saya dan saya sengaja memilih kue Jerman yang jarang dijual di Indonesia (mau rasa tidak cocok itu urusan belakangan, lebih baik menyesal karena rasa tidak sesuai ekspetasi daripada tidak mencoba sama sekali). Tahun ini yang dijual sangat didominasi oleh apel, sayangnya apel adalah makanan terakhir yang akan saya makan. Masih ingat saya membeli Apfelstrudel di salah satu restoran Swiss yang berlokasi di Jakarta Pusat (sekarang pindah ke Jakarta Barat), untuk menghabiskan satu potong saja susahnya setengah mati karena saya pikir ukurannya kecil mengingat harganya murah.

20191130_1416572252967105345589448.jpg

Akhirnya saya memilih kue lemon yang kelihatan asam sekali (saya pecinta asam, kawan-kawan). Syukurlah insting saya tepat sekali sebab rasa asam lemon-nya betul-betul berasa, bukan kaleng-kaleng. Sepiring tandas. Tahun berikutnya kalau saya ke bazzar makanan Jerman, ajak satu atau dua teman yang penggila manis supaya bisa berbagi.

Stollen adalah kue wajib khas Natal. Sepanjang bazzar, sekitar empat kali saya melihat penjual Stollen dengan harga dan booth berbeda. Untuk satu orang ada, beramai-ramai juga ada. Acara ini tahunan, bagi yang pemula makanan Jerman, lebih baik pilih yang kecil terlebih dahulu, kalau suka baru beli yang besar.

Nah, bagian paling menarik adalah bagian camilan dan snack Jerman. Sebetulnya saya mengincar Ritter Sport asli Jerman karena di Indonesia rasa terbatas (mengapa di Indonesia semakin lama camilan impor Eropa semakin jarang? Di bawah 2013 dulu banyak masuk snack semacam Droste, Leibniz, Coppenrath dan lain sebagainya).

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tahun ini Bahlsen merajai bazzar, dimana-mana Bahlsen bahkan edisi khususnya. Pas saya cek di website Bahlsen sendiri ternyata edisi khusus Natal tahun ini. Harganya bervariasi mulai dari Rp 50.000,-  sampai Rp 120.000,- (yang paling mahal yang Stollen ini).

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Masih Bahlsen. Ada lagi . . . Beli 10 buah hanya Rp 20.000/10 buah kecuali yang bintang itu Rp 50.000/10 buah.

20191130_1422245790014936284495324.jpg

Sebetulnya di bagian snack ada banyak (lihat dari IG punya Kedutaan Jerman). Tapi dasar sayanya ceroboh malah ke bagian kue dulu, tahu-tahu sudah kebagian sedikit, hahaha . . . Ada Knoopers, Duplo, Milka, Ritter Sport, Niederegger, Hanuta dan lain-lain. Orang-orang kalau ketemu Knoopers, Hanuta, Milka macam singa lepas, hahahaha . . . Akhirnya saya membeli sebungkus snack Bahlsen dan dua Ritter Sport edisi Natal. Puji Tuhan dapat juga.

20191130_1440526990033087156137702.jpg

Ditutup makan malam sosis Thuringia (lupa beli sauerkraut gara-gara kebanyakan beli snack). Tak ketinggalan hidangan khas Jerman atau bahkan mulled wine beralkohol atau non-alkohol.

20191130_1449445306781335546678342.jpg

Sudah puas makan-makan dan belanja. Kalian bisa mencoba tombola. Siapa tahu kalian beruntung mendapatkan hadiah menarik. Bagi yang punya anak, bazzar ini ramah anak karena ada foto bersama Santa Claus dan mendapatkan camilan dari Santa Claus juga dan menghias kue jahe.

Terima kasih bagi para pembaca 🙂 sampai berjumpa di tulisan berikutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 Comments

  1. Hai Nana tiap tahun ke Christkindl-Markt ya?, saya hanya sekali thn 2010 pas di hotel Aryaduta Jakarta, waktu itu datang dg calon suami. Tiket masuk sih agak mahal ya gpp utk didonasikan. Saya sukaa lihat aneka kue2 khas Jerman, spt di postinganmu ini 🙂 klo coklat dan permen ga terlalu suka sih. Pas di Christkindl-Markt sy beli buku resep “makanan kesukaan orang Jerman”, bukunya 2 bahasa Indonesia dan Jerman, buku ini membantu sekali klo saya nyoba masak Jerman, paling suka bikin kuenya 😀 . Klo tertarik beli bukunya di http://www.die-bruecke-jakarta.org/kochbuch.html (sekalian jawab pertanyaanmu dari blog saya 😉 mengenai buku tsb )

    Suka

    Balas

    1. Terima kasih atas infonya. Iya setiap tahun 😁 ketahuan banget saya doyan makan.

      Iya juga selera beda-beda. Sayangnya saya datang sendiri juga. Mau beli banyak2 susah ajak kongsi (patungan) takut mubazir. Padahal kuenya keliatan enak2. Hiks tidak ada donauwelle 😭 tahun 2019.

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s