Featured

Ciao!

Halo, semuanya.

Sebenarnya saya tidak berniat membuat wordpress tetapi sejak tumblr diblokir dan saya tidak menemukan pelampiasan untuk menulis  apa yang ada di otak agar tidak hilang begitu saja supaya menjadi pembelajaran di masa depan sekaligus membagikan apa yang paling saya sukai. Mohon maaf jika kadang-kadang acara yang sudah lalu tapi saya posting sebagai rekap memori, soalnya saya biasa menulis fiksi (yang kadang-kadang bahasa saya lebih macam wartawan -_-).

Saya hanya perempuan biasa yang menggemari acara-acara Eropa di pusat kebudayaan, tukang makan paling wahid, sehari-harinya berurusan dengan regulasi dan butuh sedikit rileksasi. Harap maklum jika postingannya tidak jauh-jauh dari Eropa dan makanan.

Kalian bisa menghubungi saya di akun IG:

akun personal  | akun snack

akun makananfabler bjoern

Selamat menikmati 😀

[Resensi Film] Der Staat Gegen Fritz Bauer – 2015

Catatan Nana : Resensi ini pernah saya buat di tumblr lama dan dibagikan di WordPress dengan beberapa edit karena ditulis pertama kali sekitar Oktober/November 2016 (setelah German Cinema 2016)

 

DER STAAT GEGEN FRITZ BAUER

Tahun : 2015

Sutradara : Lars Kraume

Pemeran : Burghart Klaußner, Ronald Zehrfeld, Sebastian Blomberg, Jörg Schüttauf, Lilith Stangenberg, Laura Tonke

Durasi : 105 menit

image

Lanjutkan membaca “[Resensi Film] Der Staat Gegen Fritz Bauer – 2015”

[Resensi Film] Wakolda/The German Doctor – 2014 [Argentina]

Tahun : 2013

Sutradara : Lucía Puenzo

Pemeran : Alex Brendemuehl, Natalia Oreiro, Diego Peretti, Elena Roger, Florencia Bado.

Negara : Argentina

MV5BNzBhYzk4ZWMtZTNiZS00YjhmLWE3MmQtODJmMWRkYjI0ZjJlXkEyXkFqcGdeQXVyMjgyNjk3MzE@._V1_SY1000_CR0,0,699,1000_AL_

 

Sebetulnya ini film lama, tetapi entah kenapa seliweran di timeline ditambah lagi gabut, akhirnya jadi penasaran. Ketika baca resensinya, berasa clue dari film Der Staat Gegen Fritz Bauer soal bekas petinggi NAZI yang melarikan diri ke negara-negara Amerika Latin. Kali ini filmnya berdasarkan sudut pandang sutradara Argentina (pertama kali nonton film dari negara Amerika Latin).

Lanjutkan membaca “[Resensi Film] Wakolda/The German Doctor – 2014 [Argentina]”

Imlek Bakmi Festival Tirta Lie [17 – 19 Januari 2019] – NON HALAL

 

DISCLAIMER : NON-HALAL

Tak terasa sebentar lagi sudah mau Imlek. Ornamen merah mulai menghiasi pusat perbelanjaan, tentu tidak ketinggalan musik berbahasa Mandarin maupun bazzar berbau Imlek. Hal itu semakin terasa jika tinggal atau sedang bekerja di area pecinan (kebetulan saya bekerja dan pernah besar di area pecinan, juga merayakan Imlek, sehingga terasa sekali dibandingkan area-area lainnya).

Lanjutkan membaca “Imlek Bakmi Festival Tirta Lie [17 – 19 Januari 2019] – NON HALAL”

Gambar-Gambar Buatan Sendiri

Postingan tidak penting sama sekali tapi ingin dishare saja.

Pertama kali suka gambar karena kebanyakan nonton Sailor Moon waktu kecil, coba-coba meniru dan semakin besar malah suka banget dengan karya pengarang Sailor Moon itu sendiri. Setelah besar makin suka doodle macam-macam biasanya berkaitan dengan motif Nordik modern atau berbau makanan (beginilah kalau tukang makan).

Lanjutkan membaca “Gambar-Gambar Buatan Sendiri”

German Cinema 2019

Selamat Hari Ibu untuk semua Ibu (baik yang tinggal di Indonesia atau saat ini tidak berada di Indonesia) dan Selamat Natal juga bagi yang merayakan. Karena saya tidak pulang selama Natal (yang penting sudah Natalan), saya bersih-bersih apartemen dan buang-buang barang yang tidak terpakai.

EE-A7G1U4AE_hcU.jpg

Kali ini saya akan membahas acara German Cinema 2019 kemarin. Harusnya saya bahas dari kemarin-kemarin tapi saya lupa tetapi tidak apa-apa dibahas lagi. Karena saya suka nonton Arthouse Cinema di Goethe Institut, otomatis dapat tiket gratis opening German Cinema. Merayakan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin (30 Jahre Mauerfall), terdapat 3 film istimewa berjudul Balloon, Adam & Evelyn, Gundermann (perasaan semuanya nama orang kecuali Balloon, hehehe . . .). Hampir semua film Jerman saya tonton kecuali Amelie Rennt karena saya sibuk lihat-lihat pameran KLM yang ada di Erasmus Huis (kapan-kapan saya bahas). Ada lima film Jerman favorit, salah satunya adalah film pembukaan.

Lanjutkan membaca “German Cinema 2019”

Christkindl-Markt 2019

Mohon maaf untuk para pembaca karena saya sudah lama tidak muncul (sebenarnya lupa password dan baru ingat). Berhubung banyak acara menarik sepanjang tahun, kali ini saya ingin membahas yang diadakan oleh Die Brücke Stiftung (Yayasan Jembatan) di Indonesia. Acara ini semacam charity bazzar yang menjual snack dan makanan khas Jerman juga kerajinan Indonesia.

Bertempat di DoubleTree Cikini, Jakarta Pusat dengan tiket masuk Rp 50.000,- untuk didonasikan. Dimulai dari jam 14.00 sampai 19.00. Kita bisa menikmati makanan, kue-kue, snack khas Jerman dengan harga (lumayan) murah dan pastinya tidak/jarang dijual di luaran bahkan oleh jasa titip snack impor sekalipun.

Lanjutkan membaca “Christkindl-Markt 2019”

[Late Post] The Extraordinary Italian Taste [19 – 25 November 2018]

20181119_123544.jpg

 

Kedutaan Besar Italia dan IIC Jakarta kembali mengadakan The Extraordinary Italian Taste ketiga yang berlangsung dari tanggal 19 – 25 November 2018. Kebetulan topiknya soal makanan yang pastinya banyak makanan gratis asli Italia. IIC Jakarta memang paling baik dalam hal menjamu makanan *ketawa ngikik* ditambah topik dan acara menarik. Semakin lengkaplah sudah kita merasakan bagaimana Italia sebenarnya, bukan yang model novel picisan itu, isinya kebanyakan tidak mencirikan Italia.

Lanjutkan membaca “[Late Post] The Extraordinary Italian Taste [19 – 25 November 2018]”

Re-opening Erasmus Huis [23 November 2018]

Karena berbagai ragam kesibukan di dunia nyata, akhirnya blog ini saya angguri, yihaaa *ditakol* Gambar ada banyak, mau menulis pun rada malas. Hahaha . . . Padahal kalau tidak saya cepat tulis bisa lupa sama sekali padahal ini merupakan hal positif yang sebaiknya saya bagikan.

Saya jarang sekali datang ke acara Erasmus Huis (pusat budaya Belanda). Bukan karena acaranya jelek, hanya saja memang kebanyakan Erasmus Huis ini acaranya di luar Erasmus Huis. Kalaupun di dalam ruangan justru film dan acara musik (saya pribadi tidak terlalu suka acara musik).

Lanjutkan membaca “Re-opening Erasmus Huis [23 November 2018]”

Curhat : Dukanya Menjadi Penggemar Film Eropa

Sebagai penggemar film Eropa yang berdomisili Jakarta, saya bersyukur ada banyak pusat kebudayaan yang memutar film secara rutin maupun festival film tahunan. Untuk acara rutin ada Kineforum yang memutar film dari seluruh dunia, ArtHouse Cinema dari Goethe Institut, Cine-Macet dari Institut Français, IIC Cine Club dari Istituto Italiano di Cultura. Sedangkan festival filmnya adalah German Cinema, Europe on Screen, 100% Manusia (ini sejenis Kineforum yang memutar film dari seluruh dunia) dan festival lainnya.  Ada yang gratis, ada juga yang berbayar model Kineforum dan Cine-Macet. Pastinya film yang kita tonton ini tidak mengecewakan, paling pusing saja karena film Eropa kebanyakan alurnya lambat.

Lanjutkan membaca “Curhat : Dukanya Menjadi Penggemar Film Eropa”