Andalan

Ciao!

 

 

Halo, semuanya.

Sebenarnya saya tidak berniat membuat wordpress tetapi sejak tumblr diblokir [yang akhirnya dibuka pada awal 2019an] dan saya tidak menemukan pelampiasan untuk menulis  apa yang ada di otak agar tidak hilang begitu saja supaya menjadi pembelajaran di masa depan sekaligus membagikan apa yang paling saya sukai. 

Saya hanya perempuan biasa yang menggemari acara-acara Eropa di pusat kebudayaan, tukang makan paling wahid, sehari-harinya berurusan dengan regulasi dan butuh sedikit rileksasi. Harap maklum jika postingannya tidak jauh-jauh dari Eropa dan makanan. Karena COVID 19 outbreak, saya juga memiliki kegiatan yang random semacam anime/manga lama, atau tertarik dengan hal-hal random. Kadang-kadang saya menulis dengan bahasa Inggris untuk melatih otak atau beberapa topik dimana saya lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris.

Stay healthy, terima kasih sudah mampir di wordpress saya.

 

 

With love,

 

Nana

Kalian bisa menghubungi saya di akun IG:

akun personal  | akun snack

akun makananfabler bjoern

Selamat menikmati 😀

Reflection from Fruits Basket Another/Furubana

My post about Fruits Basket : fruits basket see this tag. Thank you for reading.

Reading Fruits Basket Another or Furubana is about the next generation of cursed Sohma families children without a curse, living a normal person. It’s not so good like Fruits Basket or Furuba and worth reading, knowing what’s happened with the original Furuba characters even they appear in siluet or their children point of view. The main character in Furubana is Sawa Mitoma who is shy and less confident, a result of her single mother’s verbal abuse. She started to befriend other Sohmas, gaining her confidence to reaching more opportunities.

Lanjutkan membaca “Reflection from Fruits Basket Another/Furubana”

Review Makanan : Gildak dan Traffic Bun

Mengapa Gildak dan Traffic Bun sekaligus? Karena mereka berada di bawah payung yang sama, Nikmat Group. Gildak berfokus dengan snack ala Korea, didirikan oleh selebgram bernama Jovi Adhiguna sedangkan Traffic Bun dengan tagline LOVANO LOVETO ENAKO berfokus dengan burger dan hot dog.

Karena baru buka di dekat rumah, segera saya coba yang belum pernah dicoba (sebelumnya sudah pernah coba di daerah Krekot cuma tidak banyak menu yang dicoba.

Lanjutkan membaca “Review Makanan : Gildak dan Traffic Bun”

Fandom Terburuk : Sekumpulan SJW

Disclaimer : Murni opini pribadi, pengalaman orang bisa berbeda-beda. Isinya murni misuh-misuh, full of rage. Don’t like don’t read.

Feminisme, kesadaran atas kesetaraan gender dan isu sosial politik menurut saya hal terbaik karena tanpa ini saya tidak memiliki kesempatan untuk sekolah tinggi. Menjadi masalah ketika topik ini digunakan untuk merisak orang yang tak sepaham dengan mereka di media sosial sehingga makna menjadi derogatif dan mempunyai stigma buruk. Padahal yang namanya tak memahami bisa diedukasi perlahan.

Setiap fandom apapun pasti memiliki bad apples, tak terkecuali fandom kurang terkenal sekalipun. Sebagai fans salah satu anime sebelum tahun 2012-an, pernah tergabung ke dalam fandom anime bahkan menulis fanfiksi juga—sekarang malah kurang mampu menulis fanfiksi, seandainya kemampuan menulis saya seperti dulu mungkin saya mau menulis fanfiksi dengan pair Akito x Shigure Sohma dari Fruits Basket—macam-macam juga kelakuan penggemar anime baik menyenangkan atau menjengkelkan. Berlaku untuk semua fandom, masalah keributan pasti perkara pairing berujung keributan besar yang disebabkan perilaku salah satu atau keduanya ad hominem. Problematik, toksik, rasis, homophobe? Jaman segitu belum ada pembahasan semacam itu. Murni keributan yang sebetulnya tidak penting, tidak ada sangkut pautnya dengan urusan politik dan sosial.

Lanjutkan membaca “Fandom Terburuk : Sekumpulan SJW”

Kleiner Mann – was nun? by Hans Fallada

Kleiner Mann, was nun? or Little Man, What’s Now? is one of Hans Fallada breakthrough.  It’s published in 1932, was made before rising of Adolf Hitler also mark of Weimar Republic last year. A harsh life stories in Weimar Republic after The Stock Market Crash of 1929 and the first years of the Great Depression, change people into their ‘true self’ in order to survive. Now it’s considered as classic novel.

Overall, I enjoyed this book and read in Indonesian under title LELAKI MALANG, KENAPA LAGI? and should gave a credit to Tiya Hapitiawati as a translator of this book.

Lanjutkan membaca “Kleiner Mann – was nun? by Hans Fallada”

Toxic Couple, Finally Became Healthy Couple [LAST PART]

PART 1 PART 2

Fruits Basket The Final Season ep. 12. , in the point:

  • All zodiac curses finally broken so they can live as normal people, including Akito Sohma as God.
  • Last banquet between Chinese zodiacs member and God.
  • After all Sohma curses break, Akito revealed herself and started became herself and embrace her femininity since she raised as male by force and not have a chance to being a woman.
Lanjutkan membaca “Toxic Couple, Finally Became Healthy Couple [LAST PART]”

Fruits Basket : Toxic Couple, Finally Became Healthy Couple Part.2

Note : I wrote in English because I did it in my IG and twitter. Pardon my English, it’s not my mother tongue. See my previous post related with this one, written in Indonesia.

I’m falling in love with Fruits Basket or known as Furuba by Natsuki Takaya since 7th grade (more than one decades). Main character is Tohru Honda but I’m more concern with Sohma family head and antagonist in Furuba series, Akito Sohma, a woman who raised as a boy. She is quite abusive, has a lot bad quality which is made her became object of slut shaming (because her love triangle between Shigure Sohma, dog and Kureno Sohma, rooster) and many more. After I read Akito’s backstory, I felt sympathy and defend her.

This post is from Fruits Basket – The Final Season contains Akito and Shigure Sohma. I admitted Akito and Shigure is toxic couple and problematic in modern standard, if I should be honest with it but please remember Furuba is made around 1998 – 2006 and Furuba newest anime is loosely based from manga. Just enjoy, understanding the lore. Their love is innocent at start, turned to blind jealousy and possessive. And they’re my favourite pairing since a long time.

Here I started by . . .

Lanjutkan membaca “Fruits Basket : Toxic Couple, Finally Became Healthy Couple Part.2”

Stefan Zweig Books

It started from my curiousity after watch Burning Secret (1988, dir. Andrew Birkin), based on Stefan Zweig short story, Brennendes Geheimnis. Then I searched about Zweig works, turned me to starting liking his works, want to read his other books and I became addicted to him.

Early 2021, I got two books under title THE ROYAL GAME AND OTHER STORIES and KALUT or BEWARE OF PITY. Since his work might be popular in Europe rather than Asia, especially Indonesia, I found a difficulties to find his book in Indonesian.

Lanjutkan membaca “Stefan Zweig Books”

Fruits Basket : Toxic Couple, Finally Became Healthy Couple

Salah satu pasangan favorit di Furuba adalah Akito Sohma dan Shigure Sohma—mereka satu klan tetapi tidak ada hubungan darah sama sekali—bahkan mungkin ini satu-satunya pasangan problematik yang saya sukai sejak pertama membaca manga Furuba, bagiku ini pasangan sama-sama toksik dan kuat dengan cara saling melukai satu sama lain sampai akhirnya menyadari cinta masing-masing dan memulai lembaran baru yang jauh lebih baik.

Lanjutkan membaca “Fruits Basket : Toxic Couple, Finally Became Healthy Couple”

THROWBACK : Fruits Basket atau Furuba by Natsuki Takaya

Sejak COVID 19 outbreak, banyak sekali pengguna internet yang mempunyai kesenangan baru mulai dari belajar merajut, memasak, menggambar atau menjadi fans K-POP/anime/serial televisi lainnya. Ada juga yang mencoba-coba usaha baru dan sukses.

Saya sendiri re-run anime/manga lama yang dulu saya suka sejak duduk di bangku SMP – SMA (yeah, di masa-masa ini, saya sedang menggemari shoujo manga). By the way, ada pembaca blog yang tahu Fruits Basket atau Furuba karangan Natsuki Takaya? Seri ini populer lagi karena ada reboot-nya dan sebenarnya saya sudah pernah membaca manga-nya yang pernah diterbitkan di Indonesia awal 2005an dan tamat di kisaran tahun 2010an awal, dari volume 1 sampai 23.

Lanjutkan membaca “THROWBACK : Fruits Basket atau Furuba by Natsuki Takaya”