[Late Post] The Extraordinary Italian Taste [19 – 25 November 2018]

20181119_123544.jpg

 

Kedutaan Besar Italia dan IIC Jakarta kembali mengadakan The Extraordinary Italian Taste ketiga yang berlangsung dari tanggal 19 – 25 November 2018. Kebetulan topiknya soal makanan yang pastinya banyak makanan gratis asli Italia. IIC Jakarta memang paling baik dalam hal menjamu makanan *ketawa ngikik* ditambah topik dan acara menarik. Semakin lengkaplah sudah kita merasakan bagaimana Italia sebenarnya, bukan yang model novel picisan itu, isinya kebanyakan tidak mencirikan Italia.

Continue reading →

Re-opening Erasmus Huis [23 November 2018]

Karena berbagai ragam kesibukan di dunia nyata, akhirnya blog ini saya angguri, yihaaa *ditakol* Gambar ada banyak, mau menulis pun rada malas. Hahaha . . . Padahal kalau tidak saya cepat tulis bisa lupa sama sekali padahal ini merupakan hal positif yang sebaiknya saya bagikan.

Saya jarang sekali datang ke acara Erasmus Huis (pusat budaya Belanda). Bukan karena acaranya jelek, hanya saja memang kebanyakan Erasmus Huis ini acaranya di luar Erasmus Huis. Kalaupun di dalam ruangan justru film dan acara musik (saya pribadi tidak terlalu suka acara musik).

Continue reading →

Curhat : Dukanya Menjadi Penggemar Film Eropa

Sebagai penggemar film Eropa yang berdomisili Jakarta, saya bersyukur ada banyak pusat kebudayaan yang memutar film secara rutin maupun festival film tahunan. Untuk acara rutin ada Kineforum yang memutar film dari seluruh dunia, ArtHouse Cinema dari Goethe Institut, Cine-Macet dari Institut Français, IIC Cine Club dari Istituto Italiano di Cultura. Sedangkan festival filmnya adalah German Cinema, Europe on Screen, 100% Manusia (ini sejenis Kineforum yang memutar film dari seluruh dunia) dan festival lainnya.  Ada yang gratis, ada juga yang berbayar model Kineforum dan Cine-Macet. Pastinya film yang kita tonton ini tidak mengecewakan, paling pusing saja karena film Eropa kebanyakan alurnya lambat.

Continue reading →

Maison Weiner Kwitang

20181011_132142

Awal mula saya ke Maison Weiner berawal dari postingan qraved di IG tentang toko kue jadul yang wajib dikunjungi ketika di Jakarta lalu nama Maison Weiner tercantum di sana. Saya besar di Jakarta tapi Jakarta terlalu luas sehingga saya sendiri tidak tahu ada toko kue bernama Maison Weiner di Kwitang.

Continue reading →

Pengalaman Menonton ARTHOUSE Cinema di Goethe Institut

Walau saya sering main ke Goethe Institut untuk baca-baca di perpustakaan waktu jaman masih thesis dan lagi gila-gilanya baca buku perjalanan di Jerman (tapi bahasa Jerman semua, ngerti sedikit-sedikit yang penting banyak gambarnya) tapi bisa dibilang nggak pernah nonton di ARTHOUSE Cinema.

 

Continue reading →

German Cinema [4 – 21 Oktober 2018]

Yay, postingan pertama di bulan Oktober. Setelah menunggu dua tahun, akhirnya German Cinema hadir kembali. Saya senang akhirnya tahun ini diadakan karena saya penggemar film Jerman 🙂 kalau sampai tidak ada, hiburan nonton gratisan saya malah tidak ada TT_TT (bukan pecinta film bioskop, lebih suka nonton film Eropa).

Continue reading →

Portes Ouvertes [Open House] IFI Thamrin

Yay! Posting-an pertama di bulan September. Selamat memasuki bulan September, semuanya.

Saya akan membahas acara bertema Eropa yang tadi pagi saya datangi yaitu Portes Ouvertes atau bahasa kerennya Open House dari Institut français d’Indonésie (IFI) yang merupakan pusat kultural Perancis yang terletak di empat kota yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta. Nah, empat kota ini serempak mengadakan Open House dengan tema dan susunan acara yang berbeda-beda sehingga review ini hanya membahas yang IFI Thamrin karena saya datangnya yang IFI Thamrin yang lokasinya terletak di sebelah Sarinah. Tentunya lebih enak daripada yang lokasi IFI Salemba dulu sebelum 2014 karena di IFI Salemba aksesnya lumayan jauh dari tempat saya (bis dari FX) lalu saya tidak terlalu familiar dengan tempatnya.

40784129_1800729536690701_3673490446006353920_n

Saya berangkat dari kos yang ada di Semanggi jam setengah sepuluh, turun di Sarinah untuk membeli air putih karena tahu bahwa minuman dan makanan di pusat budaya Perancis itu mahal-mahal (tapi kualitas terjaga) secara saya bukan orang baru di acara semacam ini. Waktu saya mau masuk ke IFI, antrian tidak terlalu panjang dan kebanyakan anak SMA yang mempunyai minat tinggi terhadap budaya.

 

Continue reading →